The Blah, The Tuh and The Cuih

isenk-isenk aja kok gak serius-serius amat

Ketika kejujuran dinilai dengan uang

November7
the moment of truth

the moment of truth

The moment of truth, kalo gak salah itu judul dari acara yang saya tonton beberap hari lalu. Bisa dibilang semacam kuis tapi pertanyaan yang disodorkan pembawa acara bukan pertanyaan - pertanyaan umum, melainkan pertanyaan yang menyangkut kehidupan si peserta sendiri. Pertanyaannya pun nggak sulit, hanya perlu jawaban ‘ya’ /’tidak’ atau ‘benar’ / ’salah’. Hanya saja pertanyaan yang diajukan adalah pertanyaan yang benar-benar memerlukan jawaban sejujur-jujurnya dari si peserta. Peserta sendiri tidak bisa bohong karena sebelumnya, orang-orang terdekat si peserta telah diwawancarai terlebih dahulu dan ini berarti pertanyaan yang diajukan sebenarnya telah diketahui jawabannya. Kalaupun dia berbohong, itu hanya membawa keburukan buat dirinya, karena semua orang akan tahu kalo dia telah berbohong.

Lalu yang menarik apa? nah yang bikin menarik adalah tiap-tiap pertanyaan tersebut dinilai dengan dollar yang bisa dibilang tidak sedikit. Ratusan ribu dollar bisa peserta dapat jika sanggup menjawab semua pertanyaan dengan benar jujur. Tapi yang jelas menurut saya hadiah yang bisa peserta dapat tidak sebanding dengan resiko-resiko yang bisa saja menghancurkan hidup mereka karena telah berkata jujur atau bisa dibilang karena telah ketahuan menyimpan kebohongan selama hidup mereka. Seperti episod kemaren yang saya tonton, disitu ditampilkan seorang wanita peserta juga ibu,kerabat teman pacar dan mantan pacarnya sebagai mmm..saksi. Si wanita ini sudah berhasil menjawab 13 (kalau gak salah) pertanyaan dengan jujur dan berhasil mengantongi ’setidaknya’ 25.000 dollar US jika dia memilih berhenti sedangkan jika dia tetap melanjutkan maka dia berkesempatan mendapat 100.000 dollar US atau tidak dapat apa2 sama sekali jika ternyata jawabnnya tidak jujur. Sampai dittik itu, dia telah berhasil melewati pertanyaan-pertanyaan antara lain :

Read the rest of this entry »

wetiga.com

October25
4 sehat 5 sempurna 6 internet

4 sehat 5 sempurna 6 internet

Haduh aku nggak pintar berpromosi, yang pasti siapa pun anda yang ingin mencicipi makanan angkringan silahkan saja datang ke wetiga, kemaren baru launching looh . Alamatnya dimana?

Jalan Langsat 1/3a
Kramat Pela
Kebayoran Baru
Jakarta 12120
Telepon +62 815 7485 2877

Menunya apa? nasi kucing, sate bakso, sate kikil, sate usus, sate jeroan, sate paru, wedang jahe, jahe susu or susu jahe, de el el.

Enak nggak? enak doonk… maknyus lah pokoknya. Info lebih lengkap sila main ke http://wetiga.com

Pengen kesana lagi minggu depan ah, Insya4JJI.. ada yang mau ikut?

Saya

October22

Mendukung - RUU Pornografi dan Pornoaksi

c’mon… bagus pemerintahan kita masih peduli hal ini. Ujung2nya buat melindungi semua kalangan kok…

speak up, speak up, speak up

October19

Pleeeease.. just start try to speak up!.

Don’t let those whole stuff in your mind messed up your life.

Just try it, you’ll never know the result till you try it… ok?

Damned, this introvert complex attitude is starting to make me crazy..

No, i’m not complaining my life, hanya saja saya nggak ngerti mengenai beberapa sifat saya

*orang yang aneh* :))

kemana?

October9

Kemana jalan yang harus gue ambil?

Benci banget kalo lg gini….

Selamat Iedul Fitri 1429 H

September30

Mohon maaf

Lahir

Batin

Semoga kita masih diberi kesempatan bertemu ramadhan tahun depan :)

TITIPAN ILAHI

September26

Ini ada puisi bagus dari WS Rendra

TITIPAN ILAHI

Sering kali aku berkata,
ketika orang memuji milikku,
bahwa sesungguhnya ini hanya titipan,
bahwa mobilku hanya titipan Nya,
bahwa rumahku hanya titipan Nya,
bahwa hartaku hanya titipan Nya,
bahwa putraku hanya titipan Nya,

tetapi,
mengapa aku tak pernah bertanya,
mengapa Dia menitipkan padaku?
Untuk apa Dia menitipkan ini pada ku?

Dan kalau bukan milikku,
apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini?
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan  milikku?
Mengapa hatiku justru terasa berat,
ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ?
Ketika diminta kembali,
kusebut itu sebagai musibah,
kusebut itu sebagai ujian,
kusebut itu sebagai petaka,
kusebut dengan panggilan apa saja
untuk melukiskan bahwa itu adalah derita.

Ketika aku berdoa,
kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku,
aku ingin lebih banyak harta,
ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak rumah,
lebih banyak popularitas,
dan kutolak sakit,
kutolak kemiskinan,
Seolah ….. semua “derita” adalah hukuman bagiku.
Seolah ….. keadilan dan kasih Nya harus berjalan seperti matematika:
aku rajin beribadah,
maka selayaknyalah derita menjauh dariku,
dan Nikmat dunia kerap menghampiriku.
Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang,  dan bukan Kekasih.
Kuminta Dia membalas “perlakuan baikku”,
dan menolak keputusanNya yang tak sesuai keinginanku,

Ya Rabb,
padahal tiap hari kuucapkan,
hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah…
“ketika langit dan bumi bersatu,  bencana dan keberuntungan sama saja”

(WS Rendra)

malam tadi

September26

Badan yg kurang sehat membuat gue gak kuasa untuk membatalkan niat ke ataawun dengan orang2 dari kantor dan memutuskan untuk pulang lebih cepat dengan alasan “bisa mati kaku gue nanti di sana karena hawa dingin yg menusuk”. Tapi itu pun batal karena keinginan untuk nonton laskar pelangi ternyata lebih kuat dibandingkan pulang lebih cepat buat istirahat :p. Kebetulan seorang teman menawarkan jasa untuk pembelian tiket di blitzmegaplex pacific place (tenkyuuu), beberapa plurker yg sebagian besar gak gue kenal (sebenernya gue yang gak dikenal :p) juga hadir nonton laskar pelangi.

Filmnya menurut gue hmmm… gimana yah? biasa aja sih, gak jelek, juga bukan film yang wah. Tapi yang jelas film ini diatas rata2 apalagi kalo dibandingkan film2 hantu atau film2 seronok yg sedang marak, jadi yah tetep recomended untuk ditonton. Beberapa detail scene yg ada di buku dan tidak ditampilkan membuat film ini jadi terasa lebih sederhana dari seharusnya. Dialog2 menarik diantara anggota laskar pelangi yg ada di buku jarang ditampilkan di filmnya, jadi agak2 hambar aja (Silahkan baca bukunya untuk lebih jelasnya :D). Tapi ini mungkin karena tidak dimungkinkannya pengambilan gambar seutuhnya sesuai dengan di buku, jadi hanya adegan2 yg dirasa penting aja yg diambil tanpa maksud mengurangi inti dari cerita keseluruhan. Filmnya sendiri berdurasi sekitar 2 jam lebih dikit kalo gak salah.

Selesai nonton sebagian sempet duduk2 dulu sambil minum & ngobrol2 lalu bubaran sekitar jam 10:00 - 10:30. Secara gue pulang sendiri, jadi sengaja gue duduk berlama2 di halte bis seberang BEJ. Tiupan angin, kondisi badan yg mulai membaik & suasana sepi semakin membuat betah berlama2 duduk disitu. Gak berapa lama datang seorang bapak pemulung lalu diikuti tukang kopi keliling bersepada. Dari pada bengong sendiri, ahirnya gue ngobrol dengan tukang kopi itu… gak berapa lama berselang dateng lagi bapak tukang siomay keliling dengan sepedanya dan duduk sederet di halte dengan gue dan si mas2 tukang kopi, dan makin hidup deh obrolan kita malem tadi. Mulai dari ngomongin orang baik hati yang membagi2kan duit (bapak pemulung itu dapat 400rb), peminta2 yang dijadikan profesi, tak percayanya bapak tukang siomay kalo gue gak ngerokok (sampe ditawarin 2 kali coba) sampai cerita awal bertemunya (kisah cinta) bapak tukang siomay dengan mantan pacarnya yg sekarang sudah menjadi istrinya dan dikaruniai 4 anak..xixixi.

Waktu gak terasa bergulir dan sudah menunjuk ke arah jam 00:12, sebenernya masih pengen ngobrol ngalor ngidul tapi yah gak mungkin juga duduk2 di sana sampe sahur :p.. ahirnya gue stop angkot dan pamit berangkat pulang ke rumah.

Huaghhhhh…ngantuk, dah subuh.

Selamat berpuasa kawan

Geleuh (_ _ )

September23
apa ini?!

apa ini?! tem ot semua gini

Gud Luck

September22

Gud Luck kang Iqbal

posted under penting, serius | 3 Comments »
« Older Entries
pesta blogger